Dalam International Guest Lecture, Prof. Gatot: Butuh Idealisme yang Kokoh untuk Hadapi Covid-19

Dalam International Guest Lecture, Prof. Gatot: Butuh Idealisme yang Kokoh untuk Hadapi Covid-19

rumahpeneleh.or.id, Malang- International Guest Lecture dengan pemateri Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowo telah diselenggarakan sore ini, Senin, 13/04/2020. Acara yang bertema How Covid 19 impacted Politics, Social, Culture, and National Defence ini dilaksanakan mulai jam 15.30 hingga 17.00 WIB. Hadir secara daring dalam acara ini 74 peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Oman, Malaysia, Yunani, Kanada, Tanzania, Arab Saudi, Austria, India, dan Amerika Serikat.

Hingga hari Senin, acara ini telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp10.655.000 dari peserta. Donasi akan digunakan untuk memproduksi dan mendisktribusikan hand sanitizer ke seluruh regional Aktivis Peneleh, yang kemudian disalurkan ke subjek-subjek yang memiliki kebutuhan mendesak, seperti tempat ibadah, masyarakat lokal, hingga tenaga medis.

Antusiasme peserta dalam acara ini sungguh luarbiasa, yang menujukkan kepedulian dalam memberikan atas persoalan yang dihadapi dunia khususnya Indonesia. Salah satu peserta, Rita, bertanya tentang sikap warga negara atas kondisi ini:

As a citizen what should we do what is our best attitude in this epidemi?

dari pertanyaan tersebut, Prof Gatot menyampaikan bahwa sikap terbaik adalah mengikuti aturan dari pemerintah.

“Indonesia is the most generous country in the world, but we are still poor,” jelas beliau.

 

Epidemi is a condition that is beyond control of human, so this has nothing to do with being kind.

Berikut sedikit ringkasan pertanyaan dan jawab selama materi:

Anang Z: Some people protest the govt and place a lawsuit. What do you think?

 

Prof. Gatot: I am a law man and I often testify in court. There is doubt in the govt of what to do. But if govt takes too long to regulate and solve. We need to take revolutionary actions to be part of solutions: togetherness

 

Fauzi Kartikasari: After a month, roads are starting to get busy again, while before at the beginning it is really quiet during lockdown.

 

Prof Gatot: Actually lock down is the last resort. Total lockdown will severely impact a nation. What we do is regional quarantine or Social Distancing in Large Scale. Govt can close certain areas depending its own needs.

Dalam close statement-nya, Prof. Gatot menyampaikan bahwa yang pertama, secara konstitusional setiap warga negara berhak atas kemanusiaan. Jadi kewajiban negara untuk mewujudkan nya. Kedua persoalan manusia Indonesia kemampuan tinggi untuk beradaptasi,

“Saat ini mengalami musuh tak kasat mata tapi punya dampak buruk. Kita tidak perlu berhutang, tapi kita cukup ‘puasa’. Dibutuhkan idealisme yang kokoh.”

/ Agenda, Berita

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish