Aktivis Peneleh

JALUR PENGADERAN AKTIVIS PENELEH

1. Pendidikan Dasar Nasional (Diksarnas) Aktivis Peneleh

Pendidikan Dasar Nasional Aktivis selanjutnya disingkat Diksarnas Aktivis Peneleh adalah jenjang pengkaderan formal Rumah Kader Jang Oetama di bawah naungan Yayasan Rumah Peneleh. Diksarnas dapat diikuti setelah dinyatakan lulus dalam Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR), Peneleh Youth Volunteer Camp (PYVC), Relawan Riset (RR). Selain itu, Diksarnas Aktivis Peneleh juga bisa diikuti oleh aktivis mahasiswa atau umum yang memenuhi persyaratan pendaftaran. Lulusan Diksarnas Aktivis Peneleh diharapkan mampu melakukan konsolidasi kebangsaan, yang kemudian diaksikan dalam gerakan nyata berbasis nilai-nilai kebudayaan dan religiositas.
Prinsip Diksarnas Diksarnas menjadi sarana kaderisasi di Yayasan Rumah Peneleh yang diadakan minimal dalam dua kali setahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaring kader-kader terbaik bangsa sebagai sarana untuk menanamkan ideologi Kepenelehan berbasis Kebangsaan dan Religiositas. Selain itu kegiatan ini juga menjadi tempat berkumpulnya seluruh mahasiswa dari seluruh Indonesia tanpa dibatasi sekat-sekat kesukuan, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Output dari nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan Diksarnas adalah nilai mentalitas terdiri dari Kesadaran Illahiah, kritis terhadap realitas, kebersamaan, kemandirian dalam kebersamaan;Sikap terdiri dari tawakkal, nasionalis, ikhlas, percaya diri, komunikatif, santun, sikap kepemimpinan; dan kemampuan untuk mengembangkan strategi hijrah, konsolidasi dan sinergi, serta diseminasi ideologi Kepenelehan melalui ucapan, tulisan dan atau media sosial.
Tujuan Diksarnas Aktivis Peneleh
1. Memahami akhlak Aktivis Peneleh
2. Memahami kesadaran religius dan kebangsaan
3. Memiliki perspektif aksi kemandirian dan keberpihakan
4. Mampu menjadi motor konsolidasi ummat
5. Menjadi aktivis yang memiliki semangat Zelfbestur aksi
6. Memiliki karakter kepemimpinan (Keteladanan, religiositas, kebangsaan, persaudaraan dan kedermawanan)
Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR)

2. Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR)

SAPR merupakan salah satu jalur pengkaderan Aktivis Peneleh di bawah naungan Yayasan Rumah Peneleh yang dilaksanakan di tingkat regional. Kegiatan ini bisa diikuti oleh pemuda regional pelaksana maupun dari luar regional pelaksanaan. Kegiatan ini memuat nilai kebangsaan dan religiositas dengan memahami dan mengembangkan potensi lokal demi terciptanya kemandirian (zelfbestuur) melalui persetujuan proyek keummatan yang disepakati bersama disertai perencanaan dan pelaksanaan sebagai wujud aksi Aktivis Peneleh.
Prinsip-prinsip SAPR SAPR menjadi sarana kaderasi di Yayasan Rumah Peneleh yang diadakan di tingkat regional minimal setahun dua kali. Tujuan dari SAPR sendiri yakni menjaring kader-kader Jang Oetama yang peduli pada persoalan kebangsaan dengan memahami dan menguatkan nilai-nilai lokalitas demi terciptanya zelfbestuur. Selain itu juga dalam kegiatan SAPR ditanamkan ideologiideologi kepenelehan yang memuat nilai religiusitas kebangsaan. Juga sebagai langkah awal untuk dapat ikut Diksarnas sebagai pendidikan lanjutan dari SAPR.
Output dari nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan SAPR adalah nilai mentalitas terdiri dari Kesadaran Illahiah, kritis terhadap realitas, kebersamaan-kekeluargaan bukan keaku-an, kemandirian dalam persaudaraan dan kebersamaan; Sikap terdiri dari tawakkal, nasionalis, ikhlas, percaya diri, komunikatif, santun, sikap kepemimpinan; dan kemampuan untuk mewujudkan proyek keummatan dan mampu bersinergi (tanpa menunggangi atau ditunggangi)- konsolidasi.
Tujuan SAPR
1. Memahami akhlak Aktivis Peneleh
2. Memahami kesadaran religius dan kebangsaan
3. Memahami nilai-nilai lokalitas serta potensinya
4. Memiliki perspektif aksi kemandirian dan keberpihakan
5. Mampu menjadi motor konsolidasi ummat
6. Menjadi aktivis yang memiliki semangat Zelfbestur aksi
7. Memiliki karakter kepemimpinan (Keteladanan, religiositas, kebangsaan, persaudaraan, dan kedermawanan

3. Sekolah Relawan Riset Peneleh (SRRP)

SRRP adalah jalur pengaderan Aktivis Peneleh yang dikoordinir melalui Peneleh Research Institute (PRI). PRI sendiri adalah unit riset di bawah Yayasan Rumah Peneleh, yang fokus pada pengembangan riset bernafas religiositas dan kebangsaan.
SRRP mengajak peserta, yang dapat terdiri dari mahasiswa S1, S2, S3, dosen, karyawan, dan umum untuk menjadi periset yang berpihak, yaitu periset yang tidak hanya berhasil mengumpulkan data untuk diolah dan dianalisis, tetapi juga menjadikan data tersebut untuk dasar aksi keberpihakan terhadap mitra riset.

Tujuan SRRP
Tujuan utama dari Relawan Riset Peneleh adalah program Kemandirian Desa. Mandiri yang dimulai dari diri sendiri, bukan relawan yang menginginkan akan menjadi seperti apa desa impian, tetapi masyarakat dan potensinyalah yang menentukan akan menjadi apa desa impian mereka.
Dalam proses perancangan Relawan Riset Peneleh, panitia memiliki tanggung jawab atas keberhasilan berlangsungnya acara dengan baik. Semua proses tersebut dimulai dengan pelaksanaan pra survey oleh panitia. Panitia melakukan pra survey lokasi / desa tujuan untuk ditunjuk sebagai desa mitra sekaligus tempat diadakannya Relawan Riset Peneleh. Alasan penempatan Relawan Riset di desa tujuan adalah untuk menunjukkan secara langsung realita masyarakat sehingga relawan dapat bersosialisasi dengan warga dan mengenali potensi serta masalah yang sedang dihadapi masyarakat.

3. Deskripsi Peneleh Youth Volunteer Camp (PYVC)

PYVC merupakan salah satu jalur pengaderan Aktivis Peneleh berbasis studi literatur dan lapangan untuk pengembangan wisata dengan program memahami potensi daerah dan juga memunculkan gagasan konstruktif mengenai solusi persoalan-persoalan di tempat penyelenggaraan. Peserta PYVC setelah dikukuhkan disebut sebagai Aktivis Peneleh Muda.
Tujuan PYVC
1. Aktivis Peneleh Muda memahami nilai-nilai kepenelehan
2. Aktivis peneleh muda memahami persoalan keumatan di tempat penyelenggaraan PYVC
3. Aktivis Peneleh Muda memahami potensi yang dimiliki oleh tempat penyelenggaraan PYVC
4. Aktivis Peneleh Muda mempunyai gagasan konstruktif mengenai solusi persoalan di tempat penyelenggaraan PYVC
5. Aktivis Peneleh Muda membuat satu projek yang disepakati secara bersama
6. Ketentuan projek bersama:
a. Dapat menjadi sarana publikasi potensi wisata melalui media sosial, laman, buku, peta.
b. Melakukan sinergi dengan pemerintah, masyarakat, dan organisasi setempat
c. Dapat menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi daerah tempat penyelenggaraan PYVC
d. Me-rebranding potensi yang ada di tempat penyelenggaraan PYVC

en_USEnglish
en_USEnglish