Sudah Tumpulkah Pergerakan Mahasiswa?

bedah-buku-diskusi-mahasiswa-rumah-peneleh-hos-tjokroaminoto-cokroaminoto-malang (1)

Sudah Tumpulkah Pergerakan Mahasiswa?

RumahPeneleh.or.id, Malang – Mahasiswa merupakan salah satu elemen penggerak dalam setiap episode panjang perjalanan bangsa ini. Sangat beralasan mengingat bagaimana mahasiswa selalu memegang peranan penting, agen perubahan dalam setiap momen bersejarah di Indonesia.

Sejarah mencatat, dari mulai munculnya Kebangkitan Nasional hingga Tragedi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan. Peran mahasiswa tidak pernah absen dalam catatan peristiwa penting di negeri ini.

Untuk mengingatkan kembali peranan pemuda dalam perjalanan negeri ini, Yayasan Rumah Peneleh menggelar Diskusi Kebangsaan “Sudah Tumpulkah Pergerakan Mahasiswa?” sekaligus “Bedah Buku 2024: Hijrah Untuk Negeri” di Perpustakaan Umum Kota Malang, Jumat (17/02).

Dimulai pukul 8 pagi dan berakhir sebelum tengah hari, diskusi ini menghadirkan Dr. Aji Mulawarman sebagai penulis buku 2024: Hijrah Untuk Negeri sekaligus Ketua Yayasan Rumah Peneleh, serta Prof. Dr. H. Imam Arifin sebagai pembicara.

Diskusi Hijrah Untuk Negeri dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa di Kota Malang, tercatat lebih dari 50 mahasiswa dari UIN Malang, Universitas Negeri Malang, Unibraw, dan dari kampus lain hadir. Selain itu perwakilan beberapa organisasi mahasiswa ekstra kampus seperti unsur HMI, PMII maupun GMNI.

“Demokrasi kita adalah demokrasi sabung ayam, negeri ini mudah dikotak-kotak dan dipecah oleh kekuasaan, kuasa modal atas kepentingan politik,” kata Dr. Aji Dedi Mulawarman.

Pernyataan ini merupakan kritik atas apa yang terjadi di negeri kita belakangan ini, di mana umat mudah terpecah hanya atas dasar isu yang lebih bermuatan politis.

Sementara itu pembicara lain, Prof. Dr. H. Imron Arifin dalam penyampaiannya mengingatkan kembali peserta pada pemikiran Ir. Soekarno yang begitu getol melawan segala bentuk Neokolonialisme dan Imperialisme.

Diskusi dan bedah buku ini berlangsung sangat menarik, terlebih dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta. Dengan dipandu Dr. Ari Kamayanti sebagai moderator, suasana terlihat lebih hidup meskipun dengan isi cukup serius meneropong masa depan negeri ini.

Acara diskusi seperti ini akan digelar Rumah Peneleh secara berkala, untuk menyadarkan mahasiswa untuk ikut serta memikirkan nasib negeri ini, apalagi di tengah pergeseran ideologi, moral maupun budaya yang jauh dari cita-cita kemerdekaan Indonesia

Di akhir acara, Dr. Aji Dedi Mulawarman sebagai Ketua Yayasan Rumah Peneleh sekaligus penulis buku “2024: Hijrah Untuk Negeri” menyerahkan tanda mata kepada Prof. Dr. H. Imam Arifin.[]

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *