Sekolah Ikhlas Ramadhan: Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia

2016-06-24 13.51.05

Sekolah Ikhlas Ramadhan: Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia

2016-06-24 13.51.05

RumahPeneleh.or.id, Malang – Sekolah Ikhlas Ramadhan hari Kamis (24/06) membicarakan tren syariah kekinian yang semakin marak di masyarakat.

Pada umumnya jika kita bicara Ekonomi Islam, pandangan orang langsung tertuju pada perbankan syariah, padahal pada praktiknya perbankan syariah dan banyak lembaga ekonomi Islam justru menerapkan konsep yang salah.

Hal tersebut dibahas oleh Dr. Asfi Manzilati, dosen FEB Universitas Brawijaya yang menjadi pemateri “Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia” di Sekretariat Rumah Peneleh Malang.

Dr. Asfi melanjutkan, “Sebenarnya dalam Ekonomi Islam tidak ada konsep hutang, yang ada hanya dana talangan, itupun dalam keadaan tertentu atau darurat.”

“Jika orang menyadari, seorang Muslim harus menyadari mana yang kebutuhan hidup dan mana yang gaya hidup. Kebutuhan hidup itu terbatas, karena itu dalam teori Ekonomi ada yang disebut Maximum Utility,” lanjutnya.

Beliau juga menambahkan, “Implikasi Ekonomi Islam harusnya berimbas pada kesadaran tiap insan untuk tidak berlebihan, dan nilai konsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan.”

“Dalam lembaga perbankan, seharusnya Ekonomi Islam berdasar Equity Based, berbeda dengan ekonomi konvensional yang berdasar Debt Based. Karena itu perbankan konvensional lebih mengejar orientasi profit,” tambahnya.

Masalahnya sekarang perbankan syariah justru lebih mengejar nilai kapital, roh keislaman justru tidak ada. Yang ada hanya wajah Islam dalam penampakan fisik belaka, tidak ada nilai esensinya.[]

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish