Sekilas Refleksi 29 Agustus 2015

kajian-rumah-peneleh-hos-tjokroaminoto-surabaya-ilmu-budaya-nusantara-islam-zelfbestuur

Sekilas Refleksi 29 Agustus 2015

kajian-rumah-peneleh-hos-tjokroaminoto-surabaya-ilmu-budaya-nusantara-islam-zelfbestuur

Malam itu, tepatnya tanggal 29 Agustus 2015, sebuah rumah di Gang Peneleh VII/29 yang lebih dikenal sebagai rumah HOS Tjokroaminoto, pintu dan jendelanya terbuka dengan nyala lampu yang cukup terang. Tampaknya memang sedang berlangsung sebuah acara dimana anak-anak muda sedang berkumpul sembari diskusi dan bercengkrama hingga larut malam.

Kata Pak RT disitu, ini hal yang tak seperti biasanya dijumpai, karena acara berlangsung hingga bubar jam 1 malam. Seolah ada tarikan magnet dari suasana yang ada, membawa mereka ingin merasakan bahwa pada waktu yang sama di jam yang sama ketika itu, pernah terjadi aksi penggerebekan rumah oleh tentara kolonial Belanda.

Penggerebekan waktu itu berujung diringkusnya seorang tokoh yang bernama HOS Tjokroaminoto persis di rumah itu (tanggal 29 jam 12-01 malam). Tak terbayang ketika itu bagaimana perihnya perasaan istri dan anak-anak yang ditinggalkan. Ketika salah seorang dari mereka kala itu mengingatkan bahwa apakah ini suatu kebetulan atau lintasan pengulangan sejarah tanpa sadar sedang berlangsung? Wallahu a’lam bisshowwab.

Bagi sebagian mereka yang turut hadir, tentu setidaknya turut merasakan pancaran aura Rumah Peneleh yang sebenarnya meski cuma semenit ataupun sedetik. Karena hal yang terpenting lainnya dari agenda Kajian Rumah Peneleh selain tema-tema aktual terkait Kebangsaan – Keislaman – Keindonesiaan adalah ‘merasakan’ bagaimana kesendirian kita bisa bercengkerama langsung dengan “aura lintasan sejarah” itu sendiri.

Semoga refleksi singkat ini menjadi inspirasi untuk merancang agenda Kajian Rumah Peneleh berikutnya.

Abdus Salim

/ Opini / Tags:

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish