Puisi: DATUK

Puisi: DATUK

Oleh Soleh UG

Datuk……. Tersenyumlah matahari sudah lama tak bersinar karena kau muram

Datuk……. Tertawalah agar rembulan mampu menembus pekatnya malam

Datuk……. Mari bernyanyi, agar rumput-rumput meranggas bersemi

Datuk……. Jangan bersedih karena kau bukan pecundang

Datuk……. Ayolah, rancak rebana mengajakmu berdendang

Datuk…… Nikmati saja hidup ini

Lihatlah gadis-gadis menari

Pantatnya indah menawan hati

Dadanya montok berisi

Tapi….. jangan kau liarkan matamu

Cukup sekali pandang saja, selebihnya dosa

Datuk…. Kau masih muda, uangpun ada, jadi apa yang membuatmu berduka

Apa karena kau tak punya istri?

Akh, mudah itu….. pilihlah dua, tiga, atau empat

Tak pusinglah dengan masalah keadilan, karena hanya Tuhan yang maha adil

Datuk, kenapa sih……

Atau kau marah pada tingkah dunia yang tak adil dan durjana

Lalu kau sembunyi di bilik doa

Mengharap Tuhan Kuasa Semesta menghentikannya?

Akh, datuk…..

Malulah pada Tuhan, masak salah tingkah manusia, Tuhan diminta menyelesaikannya

Sudahlah datuk, mari berpesta bersama si papa, bersyair bersama si fakir, berzafin bersama si yatim

Musik sudah mengalun, mengajak kita turun melihat nyanyian anak gurun

Mengabarkan harapan yang anggun…..

Datuk…..

Jangan menunggu senja

Karena malam membuat kita tak

/ Opini

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish