2024 Hijrah Untuk Negeri: Kehancuran atau Kebangkitan (?) Indonesia dalam Ayunan Peradaban

img-20161108-wa0000

Penulis A. Dedi Mulawarman
Harga Rp. 100.000,-
Format Soft cover, full color, 350 halaman book paper
ISBN
Cetakan Pertama, 24 November 2016
Penerbit Yayasan Rumah Peneleh (Seri Media & Literasi)
Tersedia di Tokopedia dan Bukalapak

Buku ini membuka wawasan mengenai masa depan Indonesia yang positif. Penulis menjelaskan dan melakukan upaya konstruksi, melalui pendekatan antropologis, historis, serta religius, tentang apa yang perlu dilakukan agar Indonesia mampu bangkit dan mencapai kejayaannya kembali.

Oleh karena itu buku ini tidaklah hanya bersikap deskriptif, namun preskriptif dan solutif. Dengan membaca buku ini, kesadaran untuk membangun Indonesia akan terpicu, sehingga kita tidak akan lagi menjadi penonton sejarah yang mengekor pada arus sejarah, namun pembentuk sejarah itu sendiri.

Ulasan:

“Dengan pandangan visioner dalam membuka gejala-gejala globalisasi yang membingungkan, buku yang mengajak berpikir analitis-kritis yang positif dan optimistis untuk ‘kebangkitan’ Indonesia ini, sangat menarik untuk dibaca oleh siapapun yang concern terhadap nasib bangsa dan negara Indonesia.” (Agus Sunyoto; Ketua Lesbumi PBNU)

“Perlu dibaca! Ayunan sejarah yang merupakan pemetaan kronologis mengenai relasi kejatuhan dan kebangkitan Barat dan Timur, telah dijelaskan dengan gamblang oleh penulis, jelas tidak menempatkan pemikiran cerdas dalam buku ini sebagai suatu hal yang ‘klenik’, namun ilmiah.” (Saat Amjad; Direktur BMT Ventura, Dewan Pembina Yayasan Rumah Peneleh)

“Tulisan mengenai masa depan Indonesia secara serius termasuk jarang dilakukan oleh pemikir di Indonesia, dan buku ini salah satu yang berani mendorong optimisme tentang kebangkitan Indonesia tahun 2024 di tengah carut marutnya percaturan global.” (Dr. Leo Herlambang; Sekjen DPN Fordebi, Dirut PT. Petrogas Jatim Utama BUMD Migas Jawa Timur)

“Pemikiran yang tertuang dalam buku ini bagus. Dasar filosofis ideologis yang tersurat dan tersirat dalam Pembukaan UUD cukup memadai bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Itulah warisan pendahulu kita yang perlu kita pelihara dan kembangkan. Semoga buku ini bisa mencerahkan pembaca, terutama generasi muda.” (H. Bambang Setyo Supriyanto, MSc.; Ketua Presidium Forum Silaturrahim Masyarakat Peduli Syariah (MPS), Ketua Pembina Yaqien-CSIL (Center of Study for Indonesian Leadership)

en_USEnglish
en_USEnglish