Peringatan Perjuangan Tjoet Njak Dhien

diskusi-tjoet-njak-dhien-hmi-mpo-kohati-2016-jakarta

Peringatan Perjuangan Tjoet Njak Dhien

diskusi-tjoet-njak-dhien-hmi-mpo-kohati-2016-jakarta

RumahPeneleh.or.id, Jakarta – Berdekatan dengan peringatan Hari Kartini yang selalu diperingati oleh bangsa Indonesia, Yayasan Rumah Peneleh menggelar Diskusi Publik (Emansipasi?) Wanita: Memperingati Perjuangan Tjoet Njak Dhien.

Diskusi yang digelar Sabtu (16/04) di Gedung Ganesha, Jl. Raya Pasar Minggu 234 A Jakarta tersebut menghadirkan beberapa pembicara yang mewakili kiprah wanita di era modern seperti sekarang ini.

Pembicara antara lain dr. Anna Luthfiana (Dokter Spesialis Neurologi), Chairi Inaiyah (Ketua Departemen Pergerakan Wanita DPP Syarikat Islam Indonesia) dan Dr. Ari Kamayanti (Dosen; Rumah Kader Jang Oetama).

Dr. Ari Kamayanti dalam paparannya mencatat beberapa hal dari sosok Tjoet Njak Dhien yang menarik, untuk diteladani wanita sekarang. Antara lain bagaimanapun hebatnya Tjoet Njak Dhien, beliau menjadi makmum, sedang suaminya imam dalam keluarga.

Di sisi lain Tjoet Njak Dhien berpendirian teguh atas kebenaran, bahkan menjadi pengingat bagi suaminya. Tjoet Njak Dhien adalah ibu yang menanamkan nilai-nilai tauhid kepada anak-anak dan pengikutnya. Hal ini yang sedikit berbeda dengan jaman sekarang, di mana banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah atau institusi pendidikan lain.

“Satu hal yang membuat trenyuh adalah Tjoet Njak Dhien memimpin perang setelah suaminya wafat. Tjoet Njak Dhien meninggal dalam keadaan merdeka karena berpegang teguh pada idealismenya.” tambah Ari Kamayanti.

Menjadi moderator pada acara tersebut adalah Apri Hardi Yanti (Kornas Kohati PB HMI-MPO). Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Peneleh dan Kornas Kohati HMI-MPO.[]

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish