Peneleh Research Institute Lakukan Diskusi Pengolahan SDA dan Pemberdayaan Perempuan di Desa Taji, Kab. Malang

IMG-20171027-WA0004

Peneleh Research Institute Lakukan Diskusi Pengolahan SDA dan Pemberdayaan Perempuan di Desa Taji, Kab. Malang

Rumahpeneleh.or.id, Malang- Hari ini, Jumat, 26 Oktober 2017, Peneleh Research Institute (PRI) melakukan diskusi bersama dengan perangkat Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, bertempat di kantor Desa Taji. Dari PRI, diskusi diwakili oleh Ibu Darti Djuharni, Rizki Fajar Rochimawati, Rochmawati Solikhah, Tear Eka Martiana, dan Annisa Pramurdya Wardani dan didampingi oleh Camat Kecamatan Jabung, Bapak Widodo.

Diskusi tersebut membahas tentang berbagai macam potensi sumber daya alam (ADA) yang dimiliki oleh desa dan upaya pemberdayaan perempuan.
Dari diskusi tersebut diperoleh informasi berkaiatan dengan SDA di antaranya sayur mayur (kol, buncis, wortel, kentang, cabai keriting, tomat, jahe), pisang apel l, kopi, singkong, alpukat, jagung, dan madu yang langsung diambil dari hutan.

Dari berbagai macam SDA tersebut, sebagian sudah menemukan pembeli setiap panennya.
Kemudian untuk permasalah yang ditemukan dalam diskusi diantaranya adalah;

1. Pengolahan hasil bumi tersebut sangat minim, yang disebabkan oleh tidak tahu bagaimana untuk memasarkannya.
2. Hasil bumi dijual tanpa diolah kepada pembeli yang berasal dari Desa Taji, sehingga tidak dapat meningkatkan nilai ekonominya.
3. Lembaga pendidikan yang ada di desa ini hanya SD, tidak ada madrasah ataupun TPQ
4. Tidak ada koperasi
5. Tidak ada pasar.

Kemudian berkaitan dengan upaya peningkatan pemberdayaan perempuan, Ibu Kepala Desa menyampaikan, perlunya ada pelatihan kepada ibu-ibu acara berdaya guna dalam membantu ekonomi keluarga.
1. Mengusulkan dua pelatihan, yaitu pengolahan hasil bumi menjadi makanan dan melatih keterampilan untuk membuat bantaran Manten.
2. Hasil pelatihan tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh warga dengan sasaran utama murid-murid SD
3. Pelatihan membuat eskrim dari pisang/ singkong dan brownis pisang
4. Pelatihan membuat keripik yang benar, hal ini karena sebelumnya, keripik belum memenuhi standar umum, sehingga hanya dikonsumsi sendiri
5. Jumlah warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut rencananya adalah 30 orang

/ Agenda

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *