Orasi Hijrah Untuk Negeri: Zawawi Imron Mengajak Peserta Untuk Tersenyum

orasi-hijrah-untuk-negeri-zawawi-imron-tersenyum

Orasi Hijrah Untuk Negeri: Zawawi Imron Mengajak Peserta Untuk Tersenyum

orasi-hijrah-untuk-negeri-zawawi-imron-tersenyum

RumahPeneleh.or.id, Malang – Yayasan Rumah Peneleh siang hari ini (22/09) menggelar acara di Politeknik Negeri Malang. Dalam acara bertajuk “Hijrah Untuk Negeri itu” hadir sebagai pembicara Sang Celurit Emas dari Sumenep Madura, Zawawi Imron.

Zawawi Imron adalah maestro seni asal Sumenep yang telah dikenal publik, selain terkenal sebagai seniman puisi, beliau juga seorang pelukis.

Acara dibuka sambutan oleh Dr. Ilham Salle sebagai perwakilan Fordebi dan Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang Dr. Kurnia Ekasari, Ak.

“Hidup itu harus dimulai dengan senyuman. Untuk itu saya mengajak yang hadir di sini, terutama dosen-dosen untuk selalu tersenyum,” kata Zawawi mengawali orasinya.

Menurut Zawawi Imron senyum juga perintah dalam agama Islam, karena dengan senyuman itulah suara kedamaian akan tersebar menjadi bulir kebaikan dari satu orang ke orang lain.

Tentang hijrah, Zawawi memberi gambaran bahwa proses hijrah harus dimulai dari diri sendiri.

“Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Dari sinilah kita harus berupaya untuk menjadi orang yang lebih baik, ini juga proses hijrah,” kata Zawawi Imron.

Penyair yang masih terlihat bersemangat di usia yang sudah senja ini juga mengajak peserta yang hadir untuk hijrah ke dalam diri masing-masing.

“Hijrah dari dunia yang sempit ini ke dunia yang lebih luas, yaitu pada jiwa kita,” kata Zawawi.

“Melalui proses hijrah menyelami kedalaman jiwa, kita akan menemukan makna kebenaran sesungguhnya. Tentunya harus didasari dengan akal jernih dan nurani, dengan berpijak pada agama,” lanjutnya.

Zawawi juga sedikit menyindir fenomena pencarian ilmu akhir-akhir ini, khususnya dalam ilmu agama yang seringkali merujuk pada sumber-sumber yang belum jelas asal-usulnya.

Peserta menjadi lebih terhibur saat Sang Celurit Emas membawakan puisi jenaka berjudul “Nabi Tidak Korupsi” yang menyindir kelakuan para koruptor di negeri ini. Tentang bagaimana koruptor di negeri ini bisa bebas berkeliaran tanpa punya malu, bahkan masih sempat tersenyum di layar televisi, padahal mereka adalah pencuri.

Acara ini sendiri merupakan hasil kerjasama Yayasan Rumah Peneleh, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang, serta Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (Fordebi).

“Kami juga akan segera bekerjasama dengan Politeknik Negeri Malang, terutama dalam kerjasama riset dan pengembangan,” kata Dr. Ari Kamayanti, Direktur Eksekutif Peneleh Research Institute setelah acara berakhir.[]

Dokumentasi lengkap dapat dilihat di sini

/ Berita / Tags:

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish