Menyambut Pelantikan Masika ICMI Adakan Kopdar di Warung Mbah Cokro

kopdar-kebangsaan-surabaya-aji-dedi-mulawarman-hos-tjokroaminoto-cokroaminoto

Menyambut Pelantikan Masika ICMI Adakan Kopdar di Warung Mbah Cokro

kopdar-kebangsaan-surabaya-aji-dedi-mulawarman-hos-tjokroaminoto-cokroaminoto

Masikaicmijatim.or.id, Surabaya – Menjelang hari kemerdekaan RI yang ke 70 tahun, para cendekiawan muda muslim yang tergabung dalam Masika ICMI Jatim memberikan piagam penghargaan kepada Warung Mbah Cokro atas prestasinya sebagai warung edukasi kebangsaan yg merakyat ditengah pertarungan global yang mengancam spirit kebangsaan. Bapak Muhammad Zurqoni selaku owner juga mendapat penghargaan sebagai pengusaha negarawan muslim yg komitmen pada nilai kebangsaan.

Kepengurusan baru yang diketuai oleh Abdul Rahman Hidayat, mengutarakan bahwa, Hari kemerdekaan kali ini adalah momentum untuk menyadarkan dan mengenalkan kepada masyarakat kalau memang “Indonesia Masih Ada” sebagaimana jargon warung mbah cokro itu, ditengah ramainya tempat nongkrong di mall dan makanan dari luar seperti ramen, warung mbah cokro telah membuktikan mampu bersaing.

“Warung mbah cokro selain menawarkan menu-menu kerakyatan seperti wedang tape, kopi jahe, dll juga harganya relatif murah, serta didukung sarana dan suasana yg nyaman ala tempo dulu dan mendukung agar masyarakat paham suasana prihatin seperti saat ini, warung mbah cokro seperti oase harapan dan optimisme untuk tetap bertahan eksis dan bangkit berkompetisi dalam persaingan global.” ujar mantan Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi Unair periode 2006-2007 ini.

Acara diskusi kopi darat kebangsaan yang digelar Masika ICMI Jatim dengan tema “99th Zelfbestuur Nationale Movement.” Pada kesempatan tersebut hadir Kang Aji Dedi Mulawarman selaku pembicara dan penulis buku JANG OETAMA: Jejak Perjuangan HOS Tjokroaminoto, yang menyatakan bahwa gerakan pengkaderan ala Tjokro pada situasi sekarang masih relevan untuk terus diperjuangkan dan perlu dihidupkan kembali, agar lahir ‘Soekarno’ baru, ‘Hamka’ baru, dll serta pemimpin-pemimpin masa depan yang lahir dari gemblengan Tjokro di Rumah Peneleh dengan triloginya “Semurni-murni Tauhid, Setinggi-tinggi Ilmu, dan Sepintar-pintar Siasat”.

“Hari ini identitas dan jati diri Indonesia sebagai suatu bangsa perlu dilekatkan dan disadari oleh anak muda jaman sekarang agar tidak luntur kecintaannya pada negerinya, karena kali ini banyak dijumpai anak muda lebih mengidolakan sesuatu yg datangnya dari luar Indonesia, ketimbang hal-hal yang memang menjadi ciri dan kultur Indonesia.” Ujar Dosen FEB Unibraw Malang ini menambahkan. Kopdar kebangsaan “Rumah Peneleh; Jang Oetama” ini akan terus bergulir secara berkala. Hal ini akan jadi gagasan utama sekolah kebangsaan yang terkait program Masika ICMI Jatim.

Melalui Ketua Pelaksana Pelantikan Masika ICMI Orwil Jatim saudari Naafilah Astri Swarist, S.Sos. M.IP. yang pada pengurusan kali ini menjadi Wakil Ketua menuturkan. “Secara tegas, Kami Masika ICMI Orwil Jatim akan turut serta dalam agama dan bangsa, mengutip inti dari kutipan Einstein kami mencoba mengajak meningkatkan kepedulian kita kepada bangsa dan mengingatkan kecuekan dan tidak peduli kepedulian kepada bangsa ini lebih membahakan daripada koruptor mapun maling bahkan teroris”.

Terpisah, Arfan Fathoni Sekertaris Umum Masika ICMI Jatim menuturkan, “Meski isu kebangsaan memang saat ini menjadi tengah menjadi perbincangan hangat. Di tengah karut marut politik antar kubu pada pilpres yang masih berimbas dari pusat. Sedang saat ini di beberapa daerah akan melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Setidaknya, Kami telah berjuang mengajak, mengingatkan. Meski hanya segelintir yang tertarik kami tak mempermasalahkan,” ujar alumnus Sastra Indonesia Unesa.

Lebih lanjut, pelantikan Kepengurusan periode 2015-2018 akan dilangsung pada tanggal 29 Agustus 2015 mulai pukul 11.00 wib di Meeting Room Jatim Expo. Pelantikan ini juga akan dikemas bersama Bedah Buku Jang Oetama; Jejak Perjuangan HOS Tjokroaminoto, dan rencananya juga akan dihadiri oleh cucu HOS Tjokroaminoto yakni Prof. Harjono Sigit, mantan rektor ITS sekaligus ayahanda dari artis Maia Estanty. Peserta bersifat umum dan hanya tersedia 150 kursi.[]

/ Berita

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish