Keikhlasan Sejuta Umat di Tengah Tergadainya Kuasa

img-20161104-wa0027

Keikhlasan Sejuta Umat di Tengah Tergadainya Kuasa

img-20161104-wa0027

Oleh: Aji Dedi Mulawarman.

Kasian sejuta umat dan para ulama’ yang tak pernah diprediksi sebelumnya oleh siapapun. Mereka ikhlas, benar-benar ikhlas, merasakan solidaritas saling berbagi apapun. Ya suasana batin dan denyut umat di tengah represi aparat dan kepongahan pemimpin negeri ini hanya karena pertarungan segelintir elit saling berebut kuasa demi mengamankan posisi dan transaksi yang terlanjur tergadai.

Di setiap titik kita cari makan dan minum segala tersedia dari gelontoran sumbangan umat. Di saat kita ingin membeli air mineral, teh, kopi, susu tengah di saat itu pula harga menjadi nol rupiah karena gemericik air kebaikan yang mengalir seperti tangan-tangan malaikat berperan di dunia nyata.

Ketika semprotan gas air mata dan water cannon mendera ummat atas nama regulasi yang mengharuskan demonstrasi bubar pukul 18.00 padahal ini bukan demonstrasi, ini aksi damai, maka kami berlarian masuk ke gedung-gedung sekitar. Kalian tahu kami berbagi odol dan air untuk mengurangi panas dan perih tenggorokan yang luar biasa menyiksa

Suasana ini tak akan kau rasakan dengan gamblang hai para penulis berita, pengamat, makelar politik maupun komentator medsos semacam whatsapp yang tak berada di keindahan kerumunan teriakan dan nyanyian langit yang saling bersahutan.

Tidak ada itu penghancuran gedung-gedung, rumah-rumah, mobil motor dan apapun yang berada di dekat umat. Karena mereka bukan demonstran, mereka pembawa aksi moral damai yang terpaksa bertahan karena represi. Bahkan sampai 02.00 pagi di jalan tol kendaraan padat merayap macet, di saat yang sama umat menunggu di sepanjang jalan sekitar gedung dpr. Tak ada satupun kendaraan yang harus menjadi bangkai karena dibakar masa.

Menikmati perjalanan yang telah 25 tahun tak kurasakan, suasana nyata lapangan di tengah seliweran berita media mainstream. Yang jelas kasihan keikhlasan umat Islam ditelanjangi, dijadikan bulan2-an pemerintah negeri serta media mainstream.[]

*Ketua Yayasan Rumah Peneleh

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish