JANG OETAMA: Lumajang 14 Juni 2015

jang-oetama-hos-tjokroaminoto-syarikat-islam-pergerakan-lumajang-nusantara-perjuangan-diskusi-bedah-buku-aji-dedi-mulawarman-mansur-hidayat

JANG OETAMA: Lumajang 14 Juni 2015

jang-oetama-hos-tjokroaminoto-syarikat-islam-pergerakan-lumajang-nusantara-perjuangan-diskusi-bedah-buku-aji-dedi-mulawarman-mansur-hidayat

Lamajang.Bergerak.xyz – Berbicara mengenai Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto tentu sangat menarik, sosok pahlawan nasional yang dijuluki sebagai raja tanpa mahkota itu merupakan tokoh Sarekat Islam yang patut diteladani. Melalui didikan HOS Tjokroaminoto muncul tokoh-tokoh besar dalam sejarah panjang bangsa Indonesia bahkan salah satunya adalah Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Ir. Soekarno. Selain Soekarno masih ada beberapa tokoh lainnya yang merupakan murid dari HOS Tjokroaminoto diantaranya Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo (Tokoh DI/TII), Muso yang merupakan tokoh dari Sarekat Islam (SI) Merah.

Sosok Tjokroaminoto mampu menyatukan rakyat kecil di Indonesia melalui Sarekat Islam (SI), di bawah kepemimpinan Tjokroaminoto SI berkembang menjadi organisasi yang besar, bahkan 2,5 juta penduduk Indonesia menjadi anggota dari Sarekat Islam. HOS Tjokroaminoto melalui SI Merah melakukan pergerakan melalui kesenian dan membentuk tentara Kanjeng Nabi Muhammad dan membentuk kesenian Jawa Dwipa. Perjalanan dan perjuangan panjang dari sosok Tjokroaminoto sangatlah menarik dan bisa menjadi teladan bagi kita generasi muda.

Jejak perjalanan dan perjuangan tentang Tjokroaminoto dibahas dalam acara Diskusi Perjuangan sekaligus Bedah Buku berjudul “JANG OETAMA – Jejak dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto” yang diadakan pada Minggu 14 Juni 2015 kemarin di Warung Kembang (Warkem), utara perempatan Toga Lumajang. Acara bedah buku ini diselenggarkan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Tanah Air (GEMPITA) bekerjasama dengan Pusat Studi Pemikiran Islam Nusantara. Pada acara bedah buku ini hadir penulis buku “Jang Oetama”, Dr. Aji Dedi Mulawarman, hadir juga Mansur Hidayat (sejarahwan) Lumajang sebagai pembahas dalam diskusi dan bedah buku tersebut. Acara bedah buku ini dimulai pada pukul 09:30 WIB, musikalisasi puisi dari Rampak Sajak menjadi pengantar menuju ke acara inti diskusi. Acara diskusi ini dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Lumajang Drs. Imam Supriyono mewakili Bupati Lumajang yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan diskusi kebangsaan yang dilakukan oleh pemuda-pemuda Lumajang semacam ini. Bahkan beliau mengatakan bahwa jika Bupati Lumajang sangat mengapresiasi dan semoga nanti ke depannya semakin banyak forum-forum diskusi yang muncul.

roadshow-rumah-peneleh-jang-oetama-hos-tjokroaminoto-syarikat-islam-pergerakan-lumajang-nusantara-perjuangan-diskusi-bedah-buku-aji-dedi-mulawarman-rampak-sajak

Walaupun diselenggarakan di warung kopi, acara bedah buku ini berjalan dengan santai tapi serius juga menyedot perhatian dari pengunjung, hadir pula perwakilan komunitas dan organisasi yang ada di Lumajang. Seperti HMI, PMII, GMNI, perwakilan BEM di Lumajang, guru sejarah, Forum Komunitas Lumajang, OI Lumajang, Insta lumajang, Kelas Inspirasi, Komunitas JEMPOL, GEPALA, VABFAS, G’OWA, Rumah Kreatif dan komunitas-komunitas lain, bahkan ada juga mahasiswa yang datang dari Jember. Dari keseluruhan peserta yang hadir lebih dari 50 orang.

Dr. Aji Dedi Mulawarman dalam bedah buku tersebut memaparkan bahwa sosok HOS Tjokroaminoto adalah sosok yang hebat dan menjadi teladan bagi negeri ini. Tjokroaminoto menurut Aji Dedi Mulawarman selalu hadir dalam rapat-rapat akbar SI. Beliau hadir dengan orasi-orasi yang sangat memukau bagi anggota SI. “Kita mencintai bangsa kita dan dengan ajaran agama kita (Islam), kita berusaha sepenuhnya untuk mempersatukan seluruh atau sebagian terbesar bangsa kita”. Sepenggal kalimat itu diucapkan oleh HOS Tjokroaminoto di depan khalayak ramai saat rapat akbar SI. Tjokroaminoto menggelorakan persatuan bangsa karena ia memimpikan kemerdekaan, merdeka dari jajahan Belanda. Kehadiran Tjokroaminoto mampu menjadi setitik harapan bagi rakyat jelata yang cukup lama merindukan datangnya Ratu Adil.

roadshow-rumah-peneleh-jang-oetama-hos-tjokroaminoto-syarikat-islam-pergerakan-lumajang-nusantara-perjuangan-diskusi-bedah-buku-aji-dedi-mulawarman-mansur-hidayat

Sementara itu pembahas dalam bedah buku tersebut Mansur Hidayat memaparkan bahwa SI seharusnya menjadi titik awal dari kebangkitan nasional. Menurut Mansur Hidayat, Boedi Oetomo bukanlah organisasi yang pertama kali didirikan, Sarekat Islam-lah yang merupakan organisasi kebangsaan pertama yang didirikan dan lebih merakyat serta memiliki banyak pengikut di seluruh Nusantara. Mansur Hidayat juga menjelaskan bahwa HOS Tjokroaminoto sangat demokratis dalam memimpin SI termasuk dalam mendidik murid-muridnya di rumah Gang Peneleh Surabaya. Murid-murid Tjokroaminoto nantinya banyak yang tidak meneruskan di Sarekat Islam, melainkan memilih jalan lain. Seperti halnya Soekarno dengan Marhaenisnya dan nantinya menjadi golongan nasionalis, Muso dengan pilihannya menjadi komunis tulen. Dan yang meneruskan di Sarekat Islam hanyalah SM Kartosuwiryo bagi Tjokroaminoto itu adalah pilihan dari murid-muridnya dan harus dihormati sebagai wujud dari demokratis. Walaupun sang murid memilih jalan dan pemahaman yang berbeda Tjokroaminoto telah berhasil mengantarkan murid-muridnya menjadi tokoh bahkan salah satunya menjadi Presiden Pertama di negeri ini.

roadshow-rumah-peneleh-jang-oetama-hos-tjokroaminoto-syarikat-islam-pergerakan-lumajang-nusantara-perjuangan-diskusi-bedah-buku-aji-dedi-mulawarman-mansur-hidayat

Diskusi yang dikemas apik dan dipandu oleh moderator Dondik Robini mampu membuat situasi diskusi hidup, para pemuda yang hadir pun mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis pada penulis dan pembahas. Acara ini ditutup lebih dramatis saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri.

Lutfia Amerta Sanjiwani

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish