JANG OETAMA: Bandung 7 November 2015

12185078_940894702648655_3467099156251778289_o

JANG OETAMA: Bandung 7 November 2015

12185078_940894702648655_3467099156251778289_o

RumahPeneleh.or.id, Bandung – Seakan tak henti melangkahkan kaki, Dr. Aji Dedi Mulawarman, Dosen Pascasarjana FEB Universitas Brawijaya sekaligus Penulis Buku JANG OETAMA hari ini (07/11) bergerak ke Bandung.

Kali ini dalam rangka memenuhi undangan Syarikat Islam di Bandung yang sudah lama menanti kehadiran Aji Dedi (Kang Aji) untuk mendengar langsung pemikiran beliau tentang HOS Tjokroaminoto.

Pada acara Seminar dan Bedah Buku JANG OETAMA: Jejak dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto di Bandung tadi, Kang Aji kembali menggugah peserta seminar untuk tetap ingat akan perjuangan HOS Tjokroaminoto. Barangkali saat ini sulit ditemukan lagi sosok se-brilian Pak Tjokro yang dengan segenap jiwa raganya mampu menjadi motor penggerak generasi muda maupun tua kala itu untuk bersinergi menentang kolonialisme di negeri ini.

Hal berbeda yang dirasakan saat ini, dimana kebanyakan orang sudah mulai acuh tak acuh dengan keadaan, yang menderita semakin pasrah, sementara yang di atas sudah mulai lupa akan yang di bawah, hampir di setiap kelas dari rakyat sampai penguasa sibuk memikirkan ego masing-masing, rakyat berebut makan, penguasa berebut kekuasaan.

Lewat buku JANG OETAMA, Kang Aji ingin mengingatkan lagi kepada generasi muda pada khususnya untuk bersikap kritis terhadap keadaan, zaman terus bergerak dinamis, untuk itu generasi muda harus selalu ingat akan identitas asli Indonesia agar bangsa ini tidak kehilangan jati diri.

Dalam acara yang digelar di Aula Kampus STAI YAKASI Bandung tersebut, Kang Aji juga menyerukan kembali Mosi Hijrah Kebangkitan Nasional Baru yang beliau serukan pertama kali pada Tahun Baru 1437 Hijriyah sekaligus Milad 110 Tahun Syarikat Islam Indonesia tanggal 16 Oktober kemarin.

MOSI HIJRAH KEBANGKITAN NASIONAL BARU

  • HIJRAH KESEJARAHAN, 16 Oktober merupakan tonggak Kebangkitan Nasional Pertama, dengan lahirnya Sarekat Dagang Islam tahun 1905.
  • HIJRAH DEMOKRASI, hijrah dari Demokrasi Liberal menuju cita-cita Demokrasi Pancasila, musyawarah untuk mufakat.
  • HIJRAH EKONOMI, hijrah dari Ekonomi Neoliberal kembali menuju Ekonomi Pancasila, ekonomi kerakyatan berkeadilan sosial.
  • HIJRAH KEBUDAYAAN, sesuai janji sila ke-2 Pancasila, manusia yang beradab, mengimplementasikan sistem pendidikan nasional yang tahan gerusan globalisasi.

Sudah saatnya rakyat bangkit untuk menuju Indonesia seperti yang dicita-citakan para Founding Father Republik kita, karena ada yang salah dengan negeri ini.[]

/ Berita

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish