Islam, Nasionalisme ,dan Hujan

Islam, Nasionalisme ,dan Hujan

Hujan mengiringi dan menambah kesyahduan dan romantisme dialektik sore ini dalam acara diskusi aktivis peneleh Jombang.

Hujan merupakan salah satu bentuk dari kasih sayang Tuhan kepada makhluknya. Tiap butir yang turun ke bumi menjadi keberkahan untuk makhluk yang ada dimuka bumi. Dengan hujan tumbuhan yang mati bisa hidup dan menghijau, dengan hujan bumi yang haus menjadi terobati. Lalu sudahkah kita bersyukur atas hujan?

Indonesia dan hujan adalah dua hal yang sama, keduanya merupakn bentuk dan wujud kasih sayang Tuhan yang maha Esa kepada manusia. Menjaga dan mencintai Indonesia menjadi kewajiban bagi masyarakat yang hidup di tanah Indonesia, yang minum air dari bumi Indonesia.

Cinta (nasionalisme) harus ditanamkan kepada tiap warga negara. Saebagaimana salah satu tujuan dari pendidikan pak Tjokro yakni menanamkan rasa Nasionalisme. HOS Tjokroaminoto sudah mencontohkan hal tersebut, hidup beliau (waktu, tenaga dan hartanya) diinfaqkan demi kemandirian (Zelfbestuur) bangsa yang bernama Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, Aktivis Peneleh Jombang mencoba untuk menanamkan dan membangkitkan nasionalisme pada tiap kader demi peradaban Indonesia yang lebih baik lagi, dengan melakukan kajian rutinan pemikiran HOS Tjokroaminoto. Hari ini mengambil tema “Islam & Nasionalisme”, salah satu tulisan dari guru bangsa HOS Tjokroaminoto.

/ Bedah Buku Aktivis Peneleh, Opini

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish