International Conference & Call for Papers: Religious and Cultural Paradox in Social, Economic, and Business Sciences

WhatsApp Image 2019-09-13 at 07.17.34

International Conference & Call for Papers: Religious and Cultural Paradox in Social, Economic, and Business Sciences

Keberlindanan antara sains sosial, ekonomi, dan bisnis dengan agama dan budaya dalam tradisi kearifan lokal adalah sebuah kemustian. Contohnya sebut saja, ekonomi kerakyatan di Indonesia yang berasal dari nilai-nilai Pancasila, demikian pula dengan “gaya bisnis” koperasi yang berbasis kekeluargaan sehingga sebagai konsekuensi koperasi memiliki konsep bagi-hasil.

The intertwine between social science, economics, and business with religion and culture in the tradition of local wisdom is a long cherished tradition. For example, people’s economy in Indonesia comes from Pancasila values, therefore cooperative has communal-based “business style” which results in the use of the concept of sharing.

Alih-alih mengokohkan jati diri bangsa, derasnya arus informasi dalam globalisasi dewasa ini justru perlahan mengikis integrasi ilmu sosial, ekonomi, dan bisnis dengan agama dan budaya bangsa. Lebih dalam, memunculkan paradoks diantara keduanya, yang selanjutnya tiba pada sebuah kontradiksi. Banyak paradoks yang tidak terpecahkan, atau hanya berakhir pada perdebatan. Tetapi banyak pula paradoks yang memiliki jawaban. Akankah paradoks agama dan budaya dalam ilmu sosial, ekonomi, dan bisnis dapat terpecahkan? Atau hanya berakhir pada perdebatan? Sekali lagi, mengingat pentingnya isu ini, maka kami berusaha membuka ruang diskusi internasional terbuka bagi para akademisi, peneliti, mahasiswa, maupun penggiat pada bidang terkait, dengan mendatangkan agamawan, akademisi, budayawan, praktisi, dan periset dari berbagai negara.  Sudah semestinya tidak perlu dualitas antara agama dan budaya dengan ilmu pengetahuan sosial, ekonomi dan bisnis.

Instead of cementing national identity, the rapid flow of information in globalization today is slowly eroding the integration of social, economic and business sciences with national religion and culture. The paradox between the two sides emerge. Will the religious and cultural paradox in social, economic and business science be solved? Or will it just end up in a debate? Once again, considering the importance of this issue, we sought to open an international discussion room to academics, researchers, students, and activists in related fields, by bringing religious, academic, cultural, practitioner and researchers from various countries. There should be no need for duality between religion and culture with social, economic and business science.

/ Agenda

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish