Catatan Diskusi Aktivis Peneleh Surabaya

IMG-20190402-WA0017

Catatan Diskusi Aktivis Peneleh Surabaya

Catatan diskusi oleh @peneleh.surabaya bertema Democrazy; Indonesia Darurat Membaca.” (25/03)

Berbicara politik berarti berbicara tentang cara. Erat kaitannya dengan cara yang baik dan buruk. Pun kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari politik. Seperti mencintai orang yang membenci kita agar cinta pada kita, itu politik. Betul?

Secara, politik itu suci. Demokrasi pun itu suci. Sehingga politik serta demokrasi sangat sentral posisinya sebagai wadah asas oleh rakyat dari rakyat untuk rakyat. Namun, marwah perpolitikan terkini dinodai oleh oknum-oknum yang berpolicik bukan berpolitik. Demi kepentingan pribadi, bukan kepentingan umat dan bangsa.

Kepentingan pribadi dalam perpolitikan dilakukan dengan transaksional politik yang merugikan demokrasi. Berimplikasi pada semua oknum menjadi democrazy bukan demokrasi. Kebebasan dalam demokrasi pun tereduksi menjadi democrazy.

Bila politik demokrasi kini sudah bobrok oleh oknum, apa yang harus kita lakukan sebagai inisiatif?

Pertama akui dan syukuri tanpa menentang sistem yang sudah diperjuangkan leluhur-leluhur terdahulu. Kedua, cerdas membaca. Melihat kelicikan-kelicikan oknum saat ini, harus dibaca dengan baik lalu mensiasati pribadi agar esok ketika estafet kepemimpinan dipegang kita, agar tidak mengulangi kesalahan terdahulu. Ketiga, edukasi. Beri edukasi pada teman, gebetan, pacar, masyarakat dll agar hak preogratif dalam demokrasi tidak di tunggangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi para politisi atau pemain politik. Indonesia harus dipegang kita yang mencintai negaranya bukan atas kepentingan pribadi.

Karena sebersih-bersihnya orang kalau masuk politik atas kepentingan pribadi akan menodai semua unsur (Syifa, 2019) dan perlunya kita untuk selalu berjuang demi ‘maslahah ummah’ bukan ‘maslahah nafs’ (Sule, 2019)

Sekian dulur-dulur sekalian. Salam sayang dari kami untuk semua. Saling mendoakan yang terbaik untuk semua. Khususnya, untuk Indonesia. –
Piye Suroboyo? WANI!!1!11!1! Ojolali 17 April 2019 bukan akhir dan awal segalanya. 17 April 2019 kesykuran kita berdemokrasi di bumi pertiwi. Rawat bersama.

/ Opini

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish